Meningkatkan aksesibilitas dan efisiensi dalam pelayanan transportasi publik merupakan langkah penting untuk menciptakan sistem transportasi yang inklusif, mudah diakses, dan efektif bagi semua pengguna. Kedua aspek ini tidak hanya berkontribusi pada kepuasan pengguna tetapi juga pada kelancaran dan keberlanjutan sistem transportasi secara keseluruhan.
1. Aksesibilitas:
a. Infrastruktur yang Ramah Pengguna: Aksesibilitas mencakup penyediaan fasilitas yang memungkinkan semua individu, termasuk penyandang disabilitas, lansia, dan mereka yang membawa barang, untuk menggunakan transportasi publik dengan mudah. Ini melibatkan:
- Ramping dan Elevator: Menyediakan ramp dan elevator di stasiun dan halte untuk memudahkan akses bagi pengguna kursi roda dan mereka yang kesulitan bergerak.
- Fasilitas Khusus: Menyediakan kursi prioritas, alat bantu pendengaran, dan informasi dalam format braille di kendaraan dan fasilitas umum.
b. Rute dan Jadwal yang Terjangkau: Mengembangkan jaringan transportasi yang mencakup area yang luas, termasuk daerah terpencil atau pinggiran kota, serta menyediakan layanan di luar jam sibuk agar lebih banyak orang dapat mengakses transportasi publik kapan saja.
c. Informasi dan Komunikasi: Menyediakan informasi yang jelas dan mudah diakses tentang rute, jadwal, dan tarif melalui berbagai saluran, termasuk aplikasi mobile, situs web, dan papan informasi di stasiun dan halte. Informasi ini harus tersedia dalam berbagai format untuk memenuhi kebutuhan semua pengguna.
2. Efisiensi:
a. Optimalisasi Rute dan Jadwal: Menyesuaikan rute dan jadwal untuk memastikan layanan yang efisien dan sesuai dengan permintaan. Ini melibatkan:
- Analisis Data: Menggunakan data lalu lintas dan penggunaan untuk merancang rute dan jadwal yang lebih baik, mengurangi waktu tunggu, dan menghindari perjalanan yang tidak perlu.
- Layanan Berbasis Permintaan: Mengimplementasikan layanan yang dapat menyesuaikan frekuensi dan rute berdasarkan permintaan nyata, seperti sistem angkutan on-demand atau microtransit.